Cek Dead Pixel Monitor LCD

Anda pengguna monitor LCD? Atau sedang berniat untuk membeli monitor LCD atau notebook? Mungkin tips berikut bisa memberi sedikit gambaran mengenai kualitas perangkat (Monitor LCD/Notebook) yang akan anda beli sebelum anda memutuskan untuk membelinya. Monitor LCD saat ini menjadi pilihan pertama dan penggunanya terus meningkat. Alasannya karena Monitor LCD menghemat daya, desain yang slim sehingga tidak begitu memakan tempat dan menampilkan kualitas gambar yang sangat baik. Namun disisi lain ternyata Monitor LCD memiliki kekurangan yaitu cacat pixel (istilah kerennya “dead pixel”). Pixel yang ditampilkan tidak menerangi atau tidak menampilkan warna yang benar. Dead pixel biasanya akan terlihat ada sebuah titik kecil (putih, hitam atau titik berwarna) pada layar LCD anda. Lalu apa sih sebenarnya dead pixel itu dan bagaimana karakteristikya? hmmm….. mari kita lihat. Dead Pixel atau istilah lainnya “Dot Pixel”, “Defective Pixel” atau “Dot” saja. Dot Pixel merupakan istilah yang merujuk pada problem yang terjadi pada layar LCD, yang berarti ada cacat berupa titik (dot) pada layar tersebut. Dot Pixel terjadi pada saat proses produksi LCD, dan secara teknis sulit diperbaiki. Pada proses manufaktur sangat sulit menemukan produk-produk yang mengalami defect. Hal ini baru diketahui setelah LCD tersebut menjadi bagian sebuah produk utuh (seperti Laptop atau TV Plasma). Dan secara prosentase, jumlah produk yang mengalaminya juga tergolong cukup kecil sehingga tetap bisa diterima oleh standar industri dunia pada level tertentu. Dot Pixel juga lumrah terjadi pada semua industri yang menggunakan LCD : seperti Notebook, Televisi, HP/PDA, DVD Portable, MP4, Digital Camera, dsb. Jadi tidak hanya terjadi pada Notebook saja. Karakteristik Dead Pixel: Tidak menular, artinya dead pixel tidak akan “menyebarkan” defect tersebut ke pixel layar lainnya. Bersifat individu (isolatif), dimana sebuah dot pixel tidak berhubungan dengan dot pixel lainnya. Mereka bersifat individu. Kecil kemungkinan melebar (membesar), karena ukuran pixel selalu tetap. Jika terjadi kerusakan resolusi dalam wilayah yang lebih luas, biasanya disebabkan kerusakan cairan kristal bukan pada pixelnya. Bagaimana cara kerja LCD ? Sebelum membahas tentang dot pixel secara teknis, ada baiknya kita mengerti bagaimana mekanisme sebuah LCD Monitor bekerja. LCD adalah singkatan dari Liquid Crystal Display, yaitu teknologi monitor yang menggunakan kristal cair sebagai medium untuk menampilkan gambar. Ketika berproses, LCD akan memancarkan warna putih yang kuat ke satu filter, dan filter tersebut akan memecahnya pada warna-warna yang ingin ditampilkan. Warna tersebut akhirnya akan ditampilkan sebagai titik dilayar yang kita kenal sebagai pixel. Semakin banyak dan rapat piksel disatu layar, berarti resolusinya makin tinggi dan tajam. Jadi pada dasarnya resolusi adalah jumlah pixel pada layar monitor, dan berbeda-beda sesuai dengan size & faktor lainnya. Misalnya standar VGA adalah 640 x 320 pixel atau sejumlah 204.800 pixel. Pada resolusi monitor Notebook terbaru, misalnya 1024 x 768 = 786.432 pixel. Secara teknis, pixel sendiri sebetulnya dibentuk oleh 3 buah sub-pixel yang merupakan warna dasar, yaitu RGB (Read, Green & Blue). RGB adalah warna fundamental yang membentuk warna lainnya. Jika terdapat resolusi notebook 1024 x 768, artinya terdiri dari 786.432 x 3 = 2.359.296 sub pixel. Bagaimana sebenarnya Dot Pixel terjadi ? Dot Pixel terjadi apabila salah satu pixel atau subpixel mengalami masalah, dengan kondisi seperti dibawah : 1. Apabila pixel selalu menyala dan tidak dapat mati, sehingga selalu menampilkan titik putih. Ini di-istilahkan dengan Hot Pixels atau Bright Pixel. 2. Apabila pixel mati total, sehingga selalu menampilkan titik warna hitam. Ini di-istilahkan dengan Dead Pixels atau Dark Pixel. 3. Apabila satu atau dua sub-pixel selalu menyala, atau keduanya mati total, sehingga menampilkan warna-warni seperti merah, biru dan hijau. Ini di-istilahkan dengan Stuck Pixels. Setiap satu subpixel itu diwakili oleh satu buah transistor yang menembakkan citra warna dasar. Ketika salah satu transistor bermasalah (defect), maka dapat dipastikan pencitraan akan mengalami bias (tidak sesuai). Jadi secara teknis, kerusakan pada pixel disebabkan oleh problem di transistornya. Dot Pixel lebih banyak terjadi pada LVCD monitor yang menggunakan fitur TFT (thin film transistor), atau lebih dikenal dengan istilah layar aktif. Perbaikan dot pixel sangat sulit dilakukan, karena transistor tersebut dicetak pada lembaran film tipis yang ditaruh dibalik layar. Lembaran ini seperti sebuah PCB elektronik dalam bentuk yang lebih elastis. Dari sisi ekonomis, perbaikan ini juga mustahil dilakukan karena biaya dan pekerjaannya sangat rumit & mahal. Bagaimana dengan ketentuan Dot Pixel masing-masing vendor ? Pada dasarnya masing-masing vendor Notebook menetapkan standar yang berbeda untuk penanganan dot pixel. Tapi semua vendor tersebut sepakat bahwa dot pixel dalam kadar/kondisi tertentu TIDAK DAPAT DIGARANSI. Secara internasional mekanisme Dot Pixel mengacu pada ketentuan ISO 13406-2 yang merupakan standarisasi produk LCD. Standar ini didalamnya juga membahas tentang dot pixel. Umumnya produsen kebanyakan menggunakan Class – 2 sebagai dasar garansi dot pixel mereka. Tabel perbanding size LCD dan jumlah Dot Pixel yang di-izinkan : ISO 13406-2 mengenai Kualitas LCD dan Dot Pixel ISO 13406-2 membagi tingkat kualitas LCD hingga 4 kelas : Class-1 adalah kelas tertinggi dimana tidak mengijinkan ada satupun dot pixel. Sementara Class-4, kelas terendah, mengijinkan adanya dead-pixel hingga 262 titik! Sebagian besar produsen LCD mengacu pada Class-2. Namun jika produsen tidak menentukan kelas mana yang menjadi acuan mereka, maka konsumen dapat menuntut kualitas Class-1. Pada ISO 13406-2, standar ‘kecacatan’ suatu layar LCD dibedakan dalam 4 tipe, antara lain: Tipe 1, yaitu sejumlah piksel yang selalu bersinar (bright pixel atau hot pixel). Tipe 2, yaitu sejumlah piksel yang selalu tidak bersinar (dark pixel atau dark pixel). Tipe 3, yaitu jumlah piksel yang menampilkan satu warna yang sama terus-menerus seperti selalu merah, selalu hijau, atau selalu biru (Stuck Pixel) Tipe 4, yaitu dikenal juga dengan Cluster, yaitu jumlah piksel yang cacat dalam area 5 × 5 piksel pada suatu layar. Dengan menambahkan jumlah piksel yang cacat pada Tipe 1, Tipe 2 dan Tipe 3 akan ditemukan angka akumulasi yang menjadi acuan sebuah layar monitor dikategorikan cacat atau normal. Sedangkan Tipe 4 lebih jauh digunakan masing-masing produsen untuk menentukan kebijakan menyangkut fault cluster. (/ilmugrafis) Lalu bagaimana jika kita ingin mengetahui apakah layar LCD kita ada dead pixelnya atau tidak? Ada dua cara yang saya tuliskan dalam artikel ini untuk mengetahui kondisi dead pixel pada layar LCD. Cara Online, anda dapat mengetahui kondisi dead pixel di layar LCD anda dengan melakukan tes secara online pada situs Dead Pixel Test. Anda dapat melakukan tes terhadap layar LCD dalam beberapa pilihan kombinasi warna yang diberikan untuk dead pixelnya. Kombinasi warna yang kita pilih menandakan warna titik dead pixel yang mungkin ada pada layar LCD. Cara Offline, anda dapat menggunakan aplikasi Dead Pixel Buddy yang bisa anda download disini. Aplikasi ini bersifat portable sehingga bisa dibawa kemana-mana. Cara penggunaanya pun mudah, anda cukup klik pada pilihan warna background yang diberikan sehingga layar lcd anda secara full screen akan berubah sesuai dengan warna yang dipilih. Bahkan anda bisa melakukan kustomisasi warna background sesuai yang diinginkan. Dead pixel ditandai dengan warna yang berbeda dari warna bakcgroundnya. Cara kedua ini sangat cocok digunakan bagi anda yang ingin membeli monitor LCD atau notebook. Anda bisa simpan aplikasi ini dalam flashdisk kemudian anda gunakan untuk mengecek kondisi LCD yang akan anda beli apakah ada dead pixelnya atau tidak. *berguna buat beli laptop second
Cek Dead Pixel Monitor LCD Cek Dead Pixel Monitor LCD Reviewed by yunanto on Sabtu, Maret 02, 2013 Rating: 5

Tidak ada komentar :

Events

Diberdayakan oleh Blogger.